Selasa, 28 Mei 2013

Meletakkan Pisau diAtas Hati

Aksara Tionghoa (Ren) merupakan sebuah aksara pikto fonetik yang dibentuk dari penggabungan komponen yang menunjukkan makna dengan komponen yang menunjukkan suara.

(Ren) berarti bersabar, bertahan, atau bertoleransi. Ini juga mengandung konotasi pengendalian diri dan kontrol diri. Terdiri dari aksara (Xin, = hati di bagian bawah, dan aksara (Ren) di bagian atas, yang dijadikan pelafalannya.

Aksara (Ren) bermakna mata pisau atau tepi pisau, yang juga memberikan kontribusi terhadap makna aksara (Ren, = sabar).

Artinya, (Ren) yang berarti kesabaran, dibentuk dengan menempatkan “pisau” di atas “hati”, seolah-olah menyiratkan bahwa kualitas ini tidak mudah dicapai oleh orang biasa, tetapi membutuhkan tingkat kultivasi yang lebih tinggi, disiplin, serta kemauan.

Mengapa seseorang harus menahan diri? Apa hasil positif dari sabar? Dalam kitab Tiongkok kuno “Perkataan Nasehat Mengenai Kesabaran” (無名氏忍箴), penulisnya anonim, menyatakan: “Jika orang kaya dapat menahan diri, mereka akan dapat mempertahankan keluarga dan keturunannya.

Jika orang miskin dapat menahan diri, mereka akan terbebas dari penghinaan dan aib.” “Jika ayah dan anak bisa menahan diri, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan rasa bakti dan kebaikan orang tua. Jika saudara dapat menahan diri, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan kebajikan dan ketulusan.”

“Jika teman dan kerabat dapat menahan diri, persahabatan mereka akan tahan lama. Jika suami dan istri dapat menahan diri, hubungan mereka akan harmonis.”

“Di tengah-tengah kesulitan, seseorang yang bersabar dapat diejek dan ditertawakan orang lain. Namun, setelah kesusahan telah diatasi, mereka yang mengejek dan tertawa akan malu dan terhina sendiri.”

Dalam budaya tradisional Tiongkok, banyak terdapat kata-kata inspirasi dan cerita tentang kesabaran yang tercatat dalam buku-buku sejarah selama ribuan tahun.

Para arif bijak kuno telah berusaha keras mengajarkan orang agar bersikap toleran, sabar, dan pemaaf (忍讓寬恕, Ren Rang Kuan Shu), serta dapat tahan terhadap penghinaan dan tanggung jawab yang besar (忍辱負重, Ren Ru Fu Zhong), sehingga menciptakan “budaya kesabaran” (忍文化, Ren Wen Hua) yang kaya dan berharga.
*
(Lu Wen / The Epoch Times / jen)

Selasa, 05 Februari 2013

Pohon Catalpa

 Legenda pohon Catalpa
Alkisah, seorang pemuda bernama Han Ping, punya isteri yang cantik
bernama He Si. Karena kecantikannya ia dirampas oleh prajurit Kaisar
Kang. Sementara Han Ping dibuang ke perbatasan untuk kerja paksa
membangun tembok kota.

Ketika He Si mendengar hal ini, ia menjadi sedih dan menulis syair
kepada suaminya. Sayang sekali suratnya jatuh ke tangan kaisar, yang
menyuruh orang terpelajar menterjemahkan maksud syairnya.

'Hujan tak putusnya' melukiskan duka nestapa dan tangis tak
berkesudahan.

'sungai begitu lebar dan dalam' berarti perpisahan dan sulit bertemu
lagi.

'matahari terbit dan jantung terbenam' menggambarkan kematian.



Singkat cerita, Han Ping bunuh diri. Dan saking berduka, He Si
menuangkan cuka ke pakaiannya.
Dan waktu Kaisar mengajaknya ke menara istana, He Si terjun bebas
dari menara tinggi, dan mati. Di pinggangnya terselip surat,
yang menyatakan ia lebih suka mati bersama suaminya, dan permohonan
untuk dikuburkan berdampingan dengan suaminya.

Kaisar marah. Sengaja membuat kuburan mereka berhadapan dengan jarak
yang berjauhan, setelah mati pun tidak boleh bersama.

Tapi dari kedua kubur itu kemudian tumbuh tunas pohon catalpa. yang
semakin hari semakin membesar. Dalam satu tahun saja kedua pohon itu
sudah tumbuh sangat besar, dengan cabang cabang panjang seperti
tangan-tangan yang saling meraih, saling bertautan menaungi kedua
kuburan.

Diatas pohon itu bersarang sepasan bebek mandarin yang setiap hari
menyanyikan lagu lagu sedih. Orang percaya sepasang bebek itu adalah
titisan Han Ping dan isterinya.

Sampai sekarang, ada sebuah kota bernama Han Ping di Sui Yang, dan
lagu rakyat tentang kisah tragedi Han Ping dan He Si masih populer
disana.

-=oOo=-

Jumat, 01 Februari 2013

Melepaskan 8 Hal dalam Hidup

1. Melepas tekanan

Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.

Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.

Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.

2. Melepas kekhawatiran

Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”

Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.

Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.

3. Melepas pikiran ruwet

Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!

Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.

4. Melepas rasa malas

Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.

Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.

5. Melepas sikap buruk

Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan... selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.

Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.

6. Melepas keluhan

Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.

Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.

Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.

Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.

7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.

Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.

Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.

8. Melepas prasangka

Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.

Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.

Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.

Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.

Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki. (Secret China/val)