Jumat, 25 Februari 2011

6 Pertanyaan Konghucu

Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan :


Pertanyaan ke 1.

Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Muridnya ada yang menjawab,, “orang tua”, “guru”, “teman”, & “kerabat”

yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.

Sebab kematian adalah PASTI.

    Nabi Kongzi besabda, "Pagi mendengar Jalan Suci, sore hari matipun ikhlas." (Sabda Suci/Lun Yu IV : 8)


Pertanyaan ke 2.
Apa yang paling jauh dari diri kita ?
Muridnya ada yang menjawab : “Negara Amerika”, “bulan”, “matahari”.

yang paling benar adalah “masa lalu”.

Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.

Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari-hari yang akan datang.


yang ke 3.

Apa yang paling besar di dunia ini ?
Muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi” & “matahari”,,

yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”

Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya.

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi.

Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini

    Maka seorang Kuncu (Susilawan) itu selalu damai tenteram menerima Firman, sebaliknya seorang rendah budi melakukan perbuatan sesat untuk memuaskan nafsunya. (Tengah Sempurna/Zhong Yong XIII :4)



Pertanyaan ke 4.

“Apa yang paling berat di dunia ini ?”
Di antara muridnya ada yang menjawab, : “baja”,”besi”&”gajah”

yang paling berat adalah “memegang amanah”


Pertanyaan yang ke 5.

“Apa yang paling ringan di dunia ini ?”

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”&”daun-daunan”

yang paling ringan di dunia ini adalah “Meninggalkan Ibadah”


Lalu pertanyaan ke 6.

“Apakah yang paling tajam di dunia ini ?”

Muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG !”

yang paling tajam adalah “lidah manusia”

karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati & melukai perasaan.


    Nabi Kongzi bersabda, "Orang yang panda memutar lidah akan mengacaukan Kebajikan. Kalau orang tidak mau menanggung kesukaran-kesukaran kecil, ia akan merusakkan perkara-perkara besar." (Sabda Suci/Lun Yu XV : 27)

Ciptaan Tuhan Paling Istimewa



Ia mampu menyembuhkan dirinya sendiri
Ia bisa bekerja 18 jam/hari
Ia diciptakan begitu lembut
Selain bisa berpikir wanita pandai bernegosiasi

Air mata adalah salah satu cara ia untuk mengekspresikan cinta, kesepian, penderitaan & kebahagiaan.
Wanita punya kekuatan untuk mempesona laki-laki
Dapat mengatasi beban bahkan lebih dari laki-laki
Ia mampu menyimpan kebahagiaan & pendapatnya sendiri.

Ia mampu tersenyum saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis,
menangis saat terharu, bahkan
tertawa saat ketakutan.

Ia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan
Ia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Ia menerjunkan dirinya untuk keluarga
Ia membawa temannya yang sakit untuk berobat.

"CINTANYA TANPA SYARAT"

Ia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang
Ia girang & bersorak saat melihat kawannya tertawa
Ia begitu bahagia mendengar kelahiran
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit & kematian.
Tetapi ia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Ia tahu bahwa sebuah ciuman & pelukan dapat menyembuhkan luka

HANYA SATU HAL YANG KURANG DARI WANITA

yaitu :

" DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA "

Tukang Cukur

Tersebutlah kisah seorang tukang cukur.

Suatu hari, seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur itu untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.


Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.

“Kenapa kamu berkata begitu ??” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan… lihat orang-orang yang terbuang itu.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai debat panjang.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
“Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR!”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu? Saya disini dan saya tukang cukur dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.

“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.

” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.


“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.
“Itulah point utama-nya!
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !”
“Tapi apa yang terjadi, orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”


Minggu, 06 Februari 2011

Penyair "Cao zhi"

Cao Zhi (Cina: ?? 192-232) adalah seorang penyair Cina pada akhir Dinasti Han Timur dan Tiga Kerajaan periode. Puisi gaya-Nya, sangat dihormati selama Dinasti Jin dan Dinasti Selatan dan Utara, kemudian dikenal sebagai gaya jian'an.

Cao Zhi juga anak dari panglima perang Cao Cao kuat. Bersama dengan kakaknya Cao Pi, mereka adalah para kontestan terkuat untuk posisi ayah mereka. Cao Pi akhirnya berhasil Cao Cao di 220 dan dalam waktu satu tahun menyatakan dirinya sebagai kaisar pertama Kerajaan Wei. Seperti banyak keluarga yang kuat, ketegangan antara saudara tinggi. Dalam kehidupan selanjutnya, Cao Zhi tidak diizinkan untuk ikut campur dalam politik, meskipun banyak petisi untuk mencari kantor.

Selasa, 01 Februari 2011

"SUNG HIE" Kebahagiaan Ganda




Sebuah karakter Tionghoa yang banyak dikenal, Kebahagiaan Ganda, yang tertera pada kertas merah atau potongan kertas selalu ada pada saat pernikahan.

Terdapat asal usul dibalik itu.

Pada masa Dinasti Tang, terdapat seorang pelajar yang ingin pergi ke Ibukota untuk mengikuti ujian negara, dimana yang menjadi juara satu dapat menempati posisi menteri.

Sayangnya, pemuda itu tersebut jatuh sakit di tengah jalan saat melintasi sebuah desa di pegunungan. Untung seorang tabib dan anak perempuannya membawa pemuda itu ke rumah mereka dan merawat sang pelajar. Pemuda tersebut dapat sembuh dengan cepat berkat perawatan dari tabib dan anak perempuannya.

Setelah sembuh, pelajar itu harus meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota. Namun pelajar itu mengalami kesulitan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anak perempuan sang tabib, begitu juga sebaliknya. Mereka saling mencintai.

Maka gadis itu menulis sepasang puisi yang hanya sebelah kanan agar pemuda itu melengkapinya, “Pepohonan hijau dibawah langit pada hujan musim semi ketika langit menutupi pepohonan dengan gerhana”


Setelah membaca puisi tersebut, sang pelajar berkata, “Baiklah, saya akan dapat mencapainya meskipun bukan hal yang mudah. Tetapi kamu harus menunggu sampai aku selesai ujian”. Sang gadis mengangguk-angguk.

Pada ujian negara, sang pelajar mendapatkan tempat pertama, yang mana sangat dihargai oleh kaisar. Pemuda itu juga bercakap-cakap dan diuji langsung oleh kaisar.

Keberuntungan ternyata pada pihak sang pemuda.

Kaisar menyuruh pemuda itu agar membuat sepasang puisi.

Sang kaisar menulis: “Bunga-bunga merah mewarnai taman saat angin memburu ketika taman dihiasai warna merah setelah sebuah ciuman”.


Pemuda itu langsung menyadari bahwa puisi yang ditulis oleh sang gadis sangat cocok dengan puisi kaisar, maka ia menulis puisi sang gadis sebagai pasangan puisi kaisar.


Kaisar sangat senang melihat bahwa puisi yang ada merupakan sepasang puisi yang harmonis dan serasi sehingga ia menobatkan pemuda itu sebagai menteri di pengadilan dan mengijinkan pemuda itu untuk mengunjungi kampung halamannya sebelum menduduki posisinya.

Pemuda itu menjumpai sang gadis dengan gembira dan memberitahu kepada sang gadis puisi dari kaisar.

Tidak lama kemudian mereka menikah.

Untuk pesta perayaan pernikahan, sepasang karakter Tionghoa, bahagia, dipasang bersamaan pada selembar kertas merah dan ditempel di dinding untuk menunjukkan kebahagiaan dari dua kejadian yang bersamaan, pernikahan dan pengangkatan sang pemuda.


Sejak saat itu, tulisan Kebahagiaan Ganda menjadi sebuah tradisi yang dilakukan pada setiap pesta pernikahan.



SUMPIT

Sumpit adalah peralatan makan yang diciptakan oleh orang Tionghoa. Sumpit digunakan untuk menjepit makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Sumpit kebanyakan terbuat dari bambu, namun belakangan juga dibuat dari berbagai macam bahan, seperti: emas, gading, plastik dan lain-lain.




Sumpit merupakan karya ilmiah besar yang patut dibanggakan di dalam sejarah peradaban manusia. Orang Tiongkok di masa Chunqiu dan Zhanguo sudah menggunakan sumpit. Dua batang yang kelihatannya simpel ini, telah dengan pintarnya menerapkan teori keseimbangan di dalam ilmu fisika. Sumpit merupakan perpanjangan jari tangan manusia. Sumpit tidak takut makanan yang panas, makanan beku, sungguh adalah ciptaan yang hebat.

Orang Barat kira-kira abad ke-16 dan 17 baru menciptakan pisau dan garpu. Namun pisau dan garpu bisakah disamakan dengan sumpit? Saat kita menggunakan sumpit, ada 80 lebih sendi dan 50 buah otot yang sedang bergerak, sekaligus berhubungan dengan sistem saraf. Maka, makan menggunakan sumpit dapat melatih kelincahan tangan, serta kemampuan otak.